Halaman

Sabtu, 17 November 2012

world my brother



Apa kabar hati? Masihkah engkau tetap pada ketabahanmu dan merasuki segala rasa?  Apa kabar otak? Masihkah engkau berpikir secara rasional?.
***
Perkenalkan,Dia adalah santri teladan tahun lalu. Namanya Lapisan Kulit. Itu adalah julukan yang kuberikan padanya. Aku terinspirasi memanggilnya seperti itu karena,ia selalu menulis nama akun twitternya dengan @afhidermis. Namanya terkesan unik,kurang lebih mirip seperti nama salah satu lapisan kulit tubuh manusia yang paling luar,yakni epidermis.
Satu permintaanku,jangan pernah mencari kata afhidermis dibuku kamus biologi,meski kamus itu telah menuliskan kalimat “Kamus Terlengkap” tetap saja kata itu tak akan ditemukan. Kata itu hanya ada dikamus keluargaku,kamus Ilmu Persambungan.
Kamus Ilmu Persambungan adalah satu-satunya karya yang ia miliki,yah.. sebut saja buku itu adalah karya pertamanya sekaligus karya terakhir yang ia miliki. Aku sebagai adiknya turut prihatin atas kemandekan potensinya. Tapi,tak apalah orang tuaku terkadang mencoba membangun sebuah kejujuran untuknya,yah.. lebih tepatnya membuat kebohongan yang masuk akal,untuk menyatakan hasil karyanya bagus. Kasihan kakakku.
Sebenarnya wajar-wajar saja potensinya semandek itu,kakak Lapisan Kulit itu lebih suka bercanda dari pada belajar. Menurutnya,tertawa itu adalah tanda orang sukses. Dan mau tak mau,aku sebagai adiknya harus bisa meladeni kelakuannya. Aku teringat percakapanku dengannya,beberapa bulan yang lalu. . .
“Laphiritis, kamu narsisnya semakin lancar yah!”
“Tentu saja kak, saya kan pakai wi-fi sekaligus speedy jadi semua koneksinya cepat ”
“Kalau begitu, buka warnet saja, hahah..”
“Sebenarnya ada niat, tapi kalau penjaga warnetnya cantik,nanti warnetnya cepat penuh kak”
“Susah juga yah, jadi orang cantik”
“Ah.. tidak juga kak”
“Yey, memangnya kamu cantik? Kupikir tidak”
“Yah.. kecantikan memang bukan untuk dipikirkan kak, tetapi untuk disyukuri pada Tuhan”
“Aduh.. adik ini memang selalu mencari alasan, tidak mau mengalah”
“ Hmm.. karena orang yang baik adalah orang yang mengakui kesalahannya. Maka aku mengaku kalah saja kak”
“Tapi,orang yang terbaik adalah orang yang memberi kesempatan pada orang lain untuk mendapatkan kemenangan. Jadi silahkan diambil saja dik “
Oh..Tuhan… sampai kapan aku harus jadi bahan percobaan canda tawanya. Kakak teraneh yang pernah kumiliki. Meski ia berbadan kekar dan sehat,tapi tetap ia tak bisa menyamai kharisma Ade Ray ia justru terlihat seperti Ade Namnung. . .
Laphiritis adalah nama yang ia berikan untukku,tapi aku masih belum menyetujuinya secara resmi. Yah.. karena ia belum memotongkan kambing untuk acara aqiqahku. Meskipun,Dia adalah seorang kakak yang humoris,tapi menurut tipologi Keymans Dia termasuk dalam golongan Gepasioner. Dan yang aku tahu,golongan Gepasioner itu adalah karakter orang-orang yang hebat. Kakakku mungkin,tak sehebat Ir.Soekarno yang mampu berkata “Berikanku sepuluh pemuda yang mencintai bangsanya,maka akan kugoncangkan dunia”. Dia juga tak bisa secerdas R.A Kartini yang mampu menorehkan perjuangan emasnya dalam sebuah karyanya yakni “ Habis gelap,terbitlah terang”. Tidak… kakakku memang bukan seperti mereka,tapi Dia selalu menjagaku dalam semua desah-desah doanya pada Tuhan. Yang setiap sepertiga malam selalu memenuhi pekatnya langit,untaian doanya selalu bersinar. Dengan harapan agar adiknya selalu berpikir secara rasional dalam menyikapi semua kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Kalimat-kalimat penuh pengharapan agar hati adiknya selalu terjaga oleh sang penguasa langit.
Bukankah,sudah kukatakan bahwa ia adalah santri teladan. Yah,berkat predikatnya itu,ia selalu menjadi kakak teladan bagiku. Yang menuntunku untuk meraih cahaya doa yang seperti ia miliki. Meski harus aku akui,sifat humorisnya tak pernah hilang. But,you’re the best brother.
***
Aku rela adikku menertawakan semua tingkahku,tapi aku tak rela jika ia dipermalukan oleh yang lain. Kecerdasan dan kekayaan tak ada padaku,tapi cinta dan ketulusan itulah yang kumiliki untukmu,adikku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar