Sepuluh menit
lagi,gerbang biru itu akan tertutup. Aku tak tahu,mengapa sekolah seluas ini
hanya dijaga oleh satu satpam yang terkenal sangat killer. Dengan kulit
yang hitam legamnya,mengingatkanku pada zaman Rasulullah masih hidup. Yah..
tentang Bilal,tukang adzan Rasulullah. Mungkin,hitam legamnya satpamku persis
dengan hitamnya kulit bilal.
Jalanan masih
macet,sementara aku sibuk menerka-nerka apa yang sedang dilakukan oleh satpam
menyebalkan itu. Memangnya dia pikir aku adalah robot yang bisa secepat remote
control bekerja.
Terkadang aku
dan teman-teman lainnya mengejeknya dengan monster pemakan microphone.
Bagaimana tidak? Jika tukang adzan sekolahku tak hadir,ia yang bertugas untuk
adzan. Tetapi,suara yang ia lantunkan melebihi kapasitas microphone sehingga
microphone langsung tak berfungsi. Untuk kejadian pertama,aku dan
teman-teman yang lainnya memaklumi . Tapi,kejadian itu terulang lagi. Saat itu.
. .
“Jamal, sebentar gantikan aku
untuk adzan yah!”
“Memangnya kau mau kemana?”
“Aku punya urusan,dan aku tak
bisa kembali sebentar sore”
Aku yang
mendengar percakapan mereka hanya bisa tertawa,sambil membayangkan suara adzan
sebentar sore akan menghilang. Dan benar saja,saat suara adzan mulai terdengar
tiba-tiba suara speaker diasrama berhenti. Itu artinya,ia mulai kembali
beraksi,mengumandangkan adzan dengan cara yang sangat berlebihan ,hingga microphone
rusak lagi. . .
Ah… aku tak suka
dengan sikapnya yang selalu melarang-larang. Padahal dia bukan pembina
disekolah ini. Setidaknya ia mengizinkanku untuk berdiri sejenak menatap
kehidupan dibalik gerbang biru itu.
Sepuluh menit
berlalu,dan pintu gerbang biru itu tertutup. Aku tiba setelah ia selesai
menutup pintu gerbang. Aku berjalan dengan perasaan takut,yah..aku takut
dimarahi olehnya.
“Pak, aku masih boleh masuk?”
“Kau dari mana? Kau sudah tahu peraturan kenapa
masih datang terlambat?”
“Maaf pak, aku
baru saja mengikuti pelatihan disalah satu universitas dan letaknya lumayan
jauh. Sementara perjalanan macet. Afwan”
“Ah..tunggu dulu,aku akan membicarakannya dengan pembinamu”
Setelah setengah
jam aku menunggunya sambil menyumbangkan darah-darah segar untuk nyamuk-nyamuk
diluar gerbang. Pak Jamal datang dengan membuka gerbang biru. Tuhan,semoga
ia ikhlas membiarkanku masuk.
Rutinitas
harianku tetap berlanjut seperti biasa. Sekali,dua kali,bahkan berkali-kali
teman-temanku masih suka membicarakan tentang monster pemakan microphone
itu. Tapi,saat aku ingin menyerahkan beberapa proposal dikantor,aku tak sengaja
mendegar pak satpam itu menangis. Sungguh,aku tak tahu mengapa ia menangis
seperti itu. Awalnya aku mengacuhkan peristiwa itu. Tetapi,setelah aku kembali
ke kelas,teman-temanku sedang sibuk menceritakan tentang hal yang tak pernah
aku ketahui,bahwa ditahun ajaran lalu ada salah seorang murid yang kabur dari
sekolah ini,dan satu-satunya yang dijadikan sebagai tersangka dikantor polisi
adalah pak satpam sekolahku. Padahal kejadian itu bukan semata-mata karena
kelalaiannya,karena yang bertugas untuk mengawasi murid adalah pembina
ditiap-tiap asrama,bukan dia. Sementara murid yang kabur itu keesokan harinya
ditemukan telah meninggal dunia karena tertabrak oleh truk. Ia ditemukan
bersama kekasihnya yang juga meniggal dunia. Pihak sekolah mengetahui kejadian
ini melalui surat kabar yang cukup terkenal dikota ini.
Sejak saat
itu,aku mengerti mengapa ia selalu melarang semua murid untuk berdiri didekat
gerbang biru. Yah..ia takut peristiwa seperti itu akan terulang lagi. Hal itu
akan sangat memalukan bagi sekolah ini. Ia menyayangi sekolah ini dan
menyayangi semua murid yang ada ditempat ini,karena baginya sekolah ini adalah
rumah kedua untuknya setelah rumahnya. Ia menyayangi dengan caranya sendiri
lewat ketegasannya.
Ada begitu
banyak kejadian yang tak pernah aku ketahui,sedangkan aku dengan angkuhnya
selalu memberi justifikasi bahwa Dia adalah orang yang jahat,yang selalu
bermuka masam didepan semua murid,aku salah telah menilainya sebagai orang yang
galak. Seharusnya aku menilainya sebagai orang yang punya dedikasi penuh
terhadap sekolah ini. Tuhan.. bantu aku agar bisa lebih mengerti dan
memahami semua kehidupan di duniaMu ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar