cassandra procyon
Cassandra procyon
Kevin
bukanlah seorang psikopat. Keluarganya
-- keluarga Maddyor memang mengidap penyakit kejiwaan tersebut. Namun,
bukan berarti ia juga mengidap psikopat.
Dari
kesehariannya, ia normal seperti anak-anak yang lain –yang menikmati masa
mudanya dengan belajar. Penampilannya yang rapi, dengan celana naik setengah
perut dan dililit ikat pinggang ketat menghilangkan kesan bahwa ia berasal dari
keluarga pengidap psikopat. Ia pun sopan terhadap temannya dan orang yang lebih
tua.
Suatu
ketika, aib keluarganya menjadi buah bibir diantara teman-temannya. Semuanya
berbalik membenci Kevin. Setiap ia masuk kelas, ia selalu menjadi bahan bully-ing di antara teman-temannya.
Bahkan tak heran, ia biasa pulang dengan luka memar ditubuhnya.
“Hai bocah
psikopat..!!”. begitulah Joe, teman kelasnya menyapanya.
Kevin
hanya terdiam. Sikapnya yang memang pendiam membuatnya selalu menghiraukan
ejekan temannya itu.
Kevin
punya sahabat. Namanya Ivone. Meski teman sekelasnya banyak yang membenci Kevin,
namun tidak demikian dengan Ivone. Menurut Ivone, Kevin adalah tipikal orang
yang asik diajak bercanda jika kita sudah akrab dengannya. Namun sayangnya,
Kevin adalah orang yang introvert sehingga ia lebih memilih untuk tertutup bagi
orang lain dan terbuka hanya pada beberapa orang saja.
Kevin
hanya akrab pada dua orang saja,yakni Ivone dan Cassandra Procyon. Cassandra Procyon
adalah kekasihnya. Cassandra gadis yang cerdas dan sangat cantik. Kulitnya
putih bersih seperti ibunya. Mata sipitnya semakin mempertegas kecantikannya.
Diusianya
yang kedelapan belas tahun, Kevin memutuskan untuk melepaskan diri dari status
keluarga psikopat. Ada banyak rintangan yang ia hadapi selama melakukan
pengembaraannya. Bahkan, tekanan dari keluarganya sedikit berhasil mematahkan
ambisinya untuk mengubah hidupnya. Semua itu ia lakukan untuk mencari sudut pandang
yang baru, dunia tanpa rasa saling menyakiti dan hasrat ingin membunuh.
Sejak
Kevin masuk sekolah. Ia selalu menduduki peringkat pertama, ia bahkan pandai
dalam meneliti suatu kasus. Kekasihnya, Cassandra selalu menjadi penyemangat
baginya. Sama seperti Ivone. Meski Cassandra dan Ivone akrab dengan Kevin, mereka
berdua tak pernah tahu persis mengenai latar belakang keluarga Kevin. Mereka
tak peduli akan hal itu, yang mereka tahu.. mereka harus saling mengasihi satu
sama lain. Terlebih lagi Kevin, ia sangat menyayangi Cassandra, kekasihnya.
Orang
tua Cassandra menyetujui hubungannya dengan Kevin. Dan semua keadaan berjalan
normal, seperti biasanya. Tapi, keadaan berubah saat orang tua Cassandra ingin
mengenal keluarga Kevin lebih jauh.
“Sandra.. kapan Kevin datang ke
rumah beserta keluarganya?”
“Entahlah, nanti akan aku tanyakan”
Cassandra
bingung harus memberitahukan kemauan orang tuanya pada Kevin atau tidak, karena
selama ini ia tahu Kevin tak pernah mau membahas mengenai hal itu, entah
mengapa.
Dengan
tumpukan buku yang dibawa oleh Kevin, semakin membuatnya terlihat seperti orang
yang jenius. Yah.. meski lebih pantas disebut cowok kutu buku. Tapi, kehadiran
Cassandra didekatnya melunturkan ocehan seperti itu. Kini,ia terlihat lebih
menawan. Yah.. kecantikan Cassandra memberikan rona tersendiri diraut wajahnya.
“Mm.. biarkan
aku membantumu”
“Tak usah, ini tak
berat”
“Ayolah, jangan
menolak permintaanku”
Demi
melihat senyum diwajah cantiknya, Kevin menerima tawaran Cassandra. Mereka
duduk dihalaman belakang sekolah. Membaca buku-buku referensi. Saat keadaan
hening, Cassandra mulai berbicara.
“Vin.. keluargaku
ingin mengenal keluargamu, kau datang yah.. bersama mereka”
“Untuk apa aku
mengajak keluargaku? Mereka sibuk, biarkan aku saja yang datang. Toh, yang mencintaimu aku bukan mereka, ini hubungan
kita”
“Mm... baiklah”
Cassandra
memang tak tahu seperti apa gejolak dalam batin Kevin. Kevin ingin memperkenalkan
orang tuanya tapi, tidak dengan keadaannya yang seperti ini. Ia takut Cassandra
akan pergi jika mengetahui keluarganya yang sebenarnya. Andai Cassandra bisa
mengerti apa yang dipikirkan oleh Kevin, ia mungkin akan bisa menerima
keputusan Kevin untuk tidak mengenalkannya pada orang tuanya, tapi.. Cassandra
tak tahu hal ini.
***
John
Maddyor adalah Ayah Kevin. Ia adalah seorang pelaku kriminal yang handal
mengenai pembunuhan berantai. Baginya dengan membunuh, semua masalah bisa
terselesaikan dengan mudah. Hanya perlu taktik licik, sedikit keahlian, dan..
musuh pun tewas. Itu adalah hal yang sangat membanggakan baginya.
“Ashlan kau
siapkan taktik untuk membunuh pengusaha baru itu”
“Sebaiknya untuk
pembunuhan kali ini kita akan berpura-pura menjadi relasi kerjanya dan saat ia
mulai menerima tawaran, aku akan memberikan pulpen pengisap darah itu”
“Yah..terserah
kau saja yang jelas kau harus bisa membunuhnya”
Kevin
yang mendengar percakapan ayah dan pamannya langsung berusaha mencari cara agar
tindakan licik keluarganya itu tak terjadi. Ia pun mengikuti kemana mobil
pamannya pergi.
***
“Maaf.. Kevin
tidak bisa datang bersama keluarganya, orang tuanya sibuk”
“Kalau begitu, kau
atur waktu saja, kapan ia bisa datang ke rumah”
Sementara
Cassandra masih sibuk menerka-nerka tentang apa yang sebenarnya disembunyikan
oleh kekasihnya itu. Cassandra mulai mencoba untuk mencari tahu tentang
keluarga Kevin yang sebenarnya.
“Ivone.. aku
tak tahu, kenapa Kevin sampai saat ini tak mau mengenalkan orang tuanya pada
keluargaku”
“Mungkin, keluarganya
benar-benar sibuk, kau sabar saja..”
“Tapi, apa kau
pernah tahu siapa nama orang tua Kevin?”
“Yah, sebenarnya
tidak juga, tapi kenapa kita tidak mencarinya di data sekolah saja?”
“Ia.. ide yang
bagus”
Cassandra
dan Ivone sudah siap mengenakan seat-belt.
Ivone yang mengendarai mobil sudah menancapkan gas dan ia pun pergi.
Mereka
mulai menyusuri anak tangga, mengambil kunci perpustakaan yang selalu dititipkan
di petugas keamanan. Saat mereka mencari data-data seluruh siswa, mereka agak
kebingungan. Mereka baru sadar bahwa nama Kevin di sekolah tak hanya satu.
Setelah, berulang kali membolak-balik lembaran-lembaran kertas akhirnya mereka
menemukan biodata Kevin.
Kevin Ivankov Maddyor
Dari
biodata itu Cassandra tahu bahwa Kevin adalah anak dari seorang pengusaha
ternama. Ia juga menemukan alamat rumah Kevin.
***
Kevin
terus mengendarai mobilnya dengan cepat. Ia tak ingin tindakan pamannya sampai
harus merenggut nyawa orang lain lagi. Hingga ia berhasil menemukan alamat yang
menjadi incaran keluarganya untuk dibunuh. Tanpa harus menunggu waktu lebih
lama lagi, Kevin langsung membicarakan rencana keluarganya pada pengusaha muda
itu.
Ia
memang tak peduli tindakannya akan membatasi tindakan licik keluarganya, ia tak
peduli. Selama ini ia memang hanya diam saja, tapi di umurnya yang kini jauh
lebih mengerti tentang hidup. Ia tak akan membiarkan keegoisan keluarganya harus
dibayar dengan tangisan kehilangan oleh mereka semua. Kevin tak tahan melihat
semua berita kejahatan keluarganya dibahas habis-habisan disemua media, sedangkan
keluarganya tak pernah tertangkap oleh aparat kepolisian. Bagaimana mungkin, keluarganya
bisa tertangkap semudah itu, sedangkan uang sudah mengunci rapat mulut-mulut
haus kenistaan itu.
Kevin
beruntung bisa terbebas dari kelainan seperti yang dialami oleh keluarganya.
Penguasa takdir mungkin telah memilihkan jalan hidup yang jauh lebih baik untuknya.
Ia pasti bisa memberikan akhir yang baik dalam hidupnya.
***
Rasa
penasaran Cassandra membuatnya memutuskan untuk datang ke rumah Kevin. Awalnya
ia ragu untuk melakukannya, tapi ia tak kuasa untuk ingin mengetahui keluarga
Kevin. Siapa tahu ia bisa menemukan sesuatu.
Di
tengah perjalanan Ivone menghubungi Cassandra untuk segera kembali ke sekolah.
Cassandra yang ingin menuju ke rumah Kevin, kembali memutar arah menuju
sekolah. Disana, ia sudah melihat Ivone.
“Ada apa?”
“Ini.. aku
menemukan note-pad Kevin di kelas, ia
mungkin lupa”
“Mm.. ia,biar
aku saja yang menyimpannya”
Awalnya
Cassandra tidak ingin membuka note-pad
Kevin, tapi dia pikir.. ia harus
membukanya. Siapa tahu ia bisa menemukan hal lain, bukan sekedar alamat rumah.
Benar
saja, apa yang ada dalam pikiran Cassandra ternyata benar. Ia menemukan sebuah
catatan mengenai keluarga Kevin.
“ Keluarga Maddyor
adalah keluarga besar pengidap psikopat. Dan aku termasuk dalam bagian keluarga
ini. Ayahku seorang pengusaha ternama, ia selalu menjalankan tindakan liciknya
bersama pamanku, Ashlan Presscott Maddyor. Mereka berdua memang keluargaku, tapi
jika sifat mereka seperti itu, aku kecewa bisa jadi bagian dari mereka. Orang
tuaku dan adik-adikku juga mengidap penyakit yang sama, entah mengapa Tuhan
masih memberiku kesempatan untuk hidup dengan cara yang lebih baik. Satu
kelebihan dari kelainan itu yang sangat ku hargai yakni, akan membuat seseorang
memiliki IQ yang tinggi. Tapi, untuk apa itu semua jika harus bahagia ditengah
derasnya air mata kehilangan jiwa-jiwa yang tak bersalah. Keluargaku jahat.”
***
Kevin
kembali ke rumah tanpa perasaan bersalah pada keluarganya karena telah
menghancurkan rencana mereka. Kevin tak peduli, seberapa marahnya ayah dan
pamannya jika tahu yang menggagalkan rencana mereka adalah anaknya. Rasa belas
kasih pada nyawa-nyawa tak bersalah itu lebih tertanam kuat dalam jiwa Kevin.
Ia
masih ingat betul bagaimana ayahnya dulu membunuh seorang gadis kecil yang
bermain dihalaman rumahnya. Wajah periang dari gadis berambut panjang itu
luntur ketika ayah Kevin datang dengan beringasnya menampar wajah imut itu.
Ayah Kevin tak peduli air mata penuh rasa iba merintih kesakitan, ayahnya tak
peduli. Ayahnya justru semakin tertawa getir melihat gadis itu kesakitan. Paman
Ashlan juga sama kejamnya, ia juga turut menyiksa gadis itu. Ia tega
menghabiskan nyawa tak bersalah itu. Sungguh, mereka sangat kejam.
***
Hari
ini, keputusan Cassandra sudah bulat. Ia akan datang ke rumah Kevin. Ia ingin
memastikan apakah yang ia baca itu benar-benar nyata atau hanya karangan Kevin
saja. Yah.. sekaligus mengembalikan note-pad
Kevin yang tertinggal.
Halaman
rumah yang luas. Rumah mewah bergaya klasik, disertai dengan semi furnishednya yang menawan dan ditata
dengan gaya yang elegan. Sebuah hunian yang tentunya akan sangat nyaman bagi
semua penghuni rumah. Tapi, siapa yang menyangka rumah seindah ini ternyata
menyimpan banyak rahasia yang tak pernah terliput oleh media manapun. Di
sinilah rumah yang selalu di incar oleh pencari pelaku pembunuhan yang pernah
terjadi. Di sinilah semua kejahatan itu berawal.
Cassandra
masuk melewati gerbang berpelitur emas. Awalnya ia ragu, apakah ini benar rumah
kekasihnya atau tidak. Tapi, ketika ia melihat mobil Kevin terparkir, ia yakin
ini adalah rumahnya. Dengan memberanikan diri, ia memencet bel.
Beberapa
menit setelahnya, Kevin membuka pintu. Ia tercengang melihat Cassandra berada
di rumahnya. Cassandra memberikan note-pad,
lalu Kevin mengajak Cassandra masuk ke dalam rumahnya.
“Vin.. apa
benar yang kau tulis di note-pad itu
nyata?”
“Ia.. semua yang
ku tulis itu benar”
“Kenapa kau tak
mengatakannya dari dulu saja?”
“Aku tak tahu, harus
menjelaskannya dari mana. Yang jelas keluargaku memang pengidap psikopat”
Ayah
Kevin yang kebetulan mendengar percakapan anaknya marah. Ia menganggap Kevin
telah membuka aib keluarga mereka, padahal Kevin tak bermaksud untuk
melakukannya. Ayah Kevin bahkan memanggil Ashlan Presscott Maddyor untuk
membunuh Cassandra.
Ketika
Cassandra masih bercerita. Paman Ashlan datang membawa alat senapan, berusaha
membidik Cassandra. Tapi, Kevin yang melihatnya dengan segera menarik lengan
Cassandra dan membawanya lari dari rumah. Ia berusaha lari secepat mungkin
untuk bisa mengendarai mobil, sementara senapan Paman Ashlan terus diarahkan
pada mobil Kevin. Paman Ashlan memang termasuk seorang psikopat berdarah
dingin. Tidak memperhatikan rasa manusiawi di dalam bertindak kriminal namun
kecerdikannya dalam mengelabui adalah sebuah pertimbangan keluarga Kevin
mengutusnya untuk membunuh Kevin.
Kevin
dan Cassandra terus mencari tempat yang aman agar tidak ditemukan oleh Paman Ashlan.
Hingga akhirnya mereka berdua hidup secara nomaden di dalam hutan beberapa
waktu, karena itu adalah satu-satunya cara teraman yang bisa mereka lakukan.
Setelah
merasa aman tinggal dalam hutan selama sepekan. Mereka memutuskan untuk keluar
dari hutan, tapi kecerdikan Paman Ashlan memang harus diakui oleh Kevin dan
Cassandra. Jauh sebelum mereka melewati jalan keluar, Paman Ashlan sudah
menyiapkan jebakan istimewa untuk mereka berdua. Tak ada pilihan lain, Kevin
dan Cassandra harus turun dari mobil. Saat Kevin menginjakkan kakinya di tanah,
Paman Ashlan sudah menyiapkan jebakan pengisap darahnya. Hingga Kevin jatuh
tersungkur bersimbah darah. Cassandra panik, ia langsung mengambil pisau yang
memang sudah disediakan oleh Kevin, dengan memberanikan diri Cassandra lantas
menusuk Paman Ashlan hingga ia pun jatuh, seperti Kevin.
Cassandra
lalu memapah tubuh Kevin yang sudah berlumuran darah untuk keluar dari hutan.
Ia berusaha mencari pertolongan agar Kevin bisa terselamatkan dan dibawa
langsung ke rumah sakit.
John
Maddyor yang mengetahui bahwa Paman Ashlan tertikam oleh sebilah pisau, semakin
marah. Terlebih lagi saat ia tahu bahwa yang melakukannya adalah Cassandra. Ia
semakin gencar untuk ingin menghabiskan nyawa gadis cantik itu. Tapi, usahanya
sia-sia Kevin selalu menjaga kekasihnya, meski keadaan Kevin sedang kritis di
rumah sakit, ia masih tetap berjaga untuk Cassandra, orang yang amat ia cintai.
Bagi Kevin, Cassandra adalah penerang hidupnya, laksana bintang yang bersinar
di langit dengan terangnya. Yah.. seperti namanya Cassandra Procyon. Bintang
ketujuh yang paling terang di bumi.
Setelah
keadaan Kevin membaik, Cassandra mengajaknya untuk tinggal di rumahnya. Kevin
menerima tawaran Cassandra. Saat memasuki rumah, Cassandra merasakan ada hal
yang berbeda. Rumahnya tidak sedamai yang dulu. Rumahnya hening. Ia membuka
pintu rumahnya, berusaha mencari keluarganya.
“Ayah.. ibu…
Cassandra datang bersama Kevin”
“. . . . “
Ruangan senyap.
Tak ada suara.
Cassandra
heran, mengapa tak ada satu pun keluarganya yang terlihat datang menyambutnya.
Padahal Cassandra hidup ditengah keluarga yang penuh kasih sayang, ia terbiasa
dididik dengan ketulusan.
Ia
mulai membuka kamar orang tuanya dan… ia menemukan mayat kedua orang tuanya
yang telah membusuk, penuh nanah. Cassandra histeris melihatnya. Kevin
buru-buru menghampiri kekasihnya yang ketakutan. Air mata berlinangan diwajah
cantik gadis itu. Ia menangis dalam dekapan hangat Kevin.
***
“Hahaha… aku
memang tak bisa membunuh gadis bernama Cassandra itu tapi, aku bisa membunuh
orang tuanya”
Keangkuhan John
Maddyor memang tak pernah hilang, terlebih lagi jika hanya akan dihalangi oleh
gadis itu. Ah.. pengalamannya memang sudah membuatnya menjadi seorang psikopat
handal. Tak mengenal apa arti perasaan itu. Baginya semua masalah mudah, hanya
dengan membunuh semuanya beres.
“Ayolah
Sandra.. ku mohon, aku yakin kau bisa kembali menjadi gadis periang”
“PERGI…..!!”
“Cassandra, kau
tak dilahirkan untuk mengidap penyakit itu, ayolah sayang..”
“LIHAT SAJA
NANTI, AKU AKAN MEMBUNUHMU..!!”
“Ingat kembali
namamu sayang, kau adalah Cassandra Procyon..”
“ I WANNA KILL
YOU..!!”
***
Kevin
memang berhasil melepaskan dirinya dari statusnya sebagai keluarga psikopat,karena
ia sudah tak bersama ayah dan pamannya lagi. Tapi, kini.. kekasihnya, orang
yang ia cintai justru berubah menjadi gadis pengidap penyakit yang ia benci.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar