Halaman

Rabu, 21 Januari 2015

who am i?

Sepertinya terlalu pagi jika ku rindukanmu saat mentari pun masih malu-malu untuk bersemu merah di sudut cakrawala, tapi apa yang dapat ku lakukan jika ini yang selalu ku rasakan? 
apa kau ingin aku membiarkan perasaan rindu ini melebur menjadi amarah karena terlalu sering kau abaikan?
atau kau ingin aku membiarkan perasaan rindu ini terbalaskan oleh orang lain?
aku hanya tak ingin mengganti posisimu dengan yang  lain meski ku tahu akan ada banyak hal yang bisa mereka lakukan untuk merebut posisimu itu jika sikapmu tetap saja acuh seperti itu.

Tapi kau harus tahu satu hal, perasaan itu tidak seperti apa yang ada dalam benakmu, terlalu liar jika kau mencoba untuk membuatnya menjadi alasan yang rasional. ia memang spesial, sangat spesial malah.

Kau pernah patah hati bukan? atau kau belum pernah merasakannya?

Diamlah sejenak, aku ingin mengajakmu bercerita, sedikit saja. aku ingin kau mengerti beberapa hal yang sebenarnya kau juga paham masalah ini.

Kau mungkin belum pernah merasakan jatuh cinta seperti yang kali ini kau rasakan, dan kau mungkin saja belum pernah mencintai seseorang yang aneh sepertiku.

Diamlah kasih, dengarkan aku dengan bijak.

Terkadang aku pun bingung dengan perasaan seperti ini, bagaimana mungkin kau tak bisa ku lepaskan untuk berhenti sejenak menemaniku lalu melanjutkan rutinitasmu seperti biasa, yah seperti saat kau belum mengenalku.

Aneh mungkin bagi dirimu melihat rasa egois yang amat berlebihan ini melekat dalam tubuh mungilku, namun amat disayangkan kejadian ini benar adanya.

Aku memang terlahir seperti ini, terlahir untuk membenci kesepian dan kesendirian.

Itulah sebabnya aku hanya ingin dicintai, setelah kau mencintaiku, aku akan jauh lebih mencintaimu. kau tak pernah menyangka bukan? gadis bertubuh mungil ini akan menangis jika kau beranjak pergi. atau kau tak pernah menyangka sama sekali, jika tak mengangkat teleponnya lebih dari lima detik kau akan diberikan amukan ganas melebihi seekor raja hutan kan?

Kau tentu saja bingung melihat tingkah aneh seperti itu bukan?

Belum lagi ketika kau bermain dengan keluargamu namun jika ia wanita, ia akan menyamakanmu dengan seorang pria yang kedapatan selingkuh bukan? ah, ingin rasanya tertawa melihat kejadian-kejadian kecil seperti ini akan menjadi penyebab setiap sms mu akan memenuhi outbox namun tak ada umpan balik dalam inboxmu, sayang sekali bukan?

Belum lagi jika kau benar-benar kedapatan chatting dengan wanita lain, hayo.. coba bayangkan amukan dahsyat apa yang akan kau dapatkan? mengakhiri hubungan ini mungkin? atau?

Hmm.. sayangnya untuk hal seperti itu, aku juga tidak mampu, aku tak mampu mengakhiri hubungan sepihak saja sementara aku benar-benar yakin, dalam tubuhku pun masih menyisakan maaf untukmu.

Namun, kau harus menerima kenyataan ketika kejadian itu akan terus menerus terputar dalam otakku sehingga aku akan mengulanginya terus menerus layaknya kaset rusak, yang entah bagaimana caranya akan terhenti.

Kalau kau bosan bahkan jenuh melihatku membahas masalah itu, aku sama. aku bahkan jauh lebih muak karena saat itu terjadi aku akan jauh lebih sakit, hatiku akan sesak mengingat setiap huruf yang kau rangkai menjadi sebuah kata, lalu dari kata itu kau susun sebuah kalimat indah dan kau kirimkan pada wanita yang jauh lebih cantik dariku.

Aku harus apa lagi? aku tak punya banyak pundi-pundi kekayaan untuk bisa membuat wajahku rupawan dan elok sepertinya.

Aku memang hanya seperti ini. 

Mengharapkanku sempurna sepertinya itu adalah mengharapkan ilalang berbuah kelapa.

yah, itu yang pernah diajarkan padaku.

Cukup terima aku seperti ini, kalau kau masih belum bisa menerima. 

Datanglah, tanyakan padaku sebaik yang kau bisa.



Selasa, 20 Januari 2015

selembar surat kekasih



Bagaimana mungkin urusan cinta ini menjadi rumit. Tak pernah kubayangkan sebelumnya. Kalau kau bertanya-tanya kenapa aku bisa begitu saja meminta password akunmu itu, aku akan menjelaskannya.
Bukankah kita menjalani hubungan ini sudah sangat lama? Tidakkah kau pikir aku selalu ingin mengetahui apa yang kau lakukan? Saat bersamaku dan saat tidak bersamaku. Kau tidak akan pernah mampu menebak bagaimana pikiran dalam otakku ini memikirkanmu tanpa henti. Bahkan kalau kau lihat aku terlalu sibuk mengerjakan tugasku, bermain game yang baru beberapa minggu ini kugemari. Dalam benakku pun jauh lebih sibuk memikirkan bagaimana agar kau tetap melihatku sebagai wanita terindah yang pernah kau temui. Aku jauh lebih sibuk memikirkan bagaimana agar aku selalu terlalu terlihat indah.

Pernah suatu hari kau katakan tentang pakaianku, atau tas yang kukenakan tak sepadan. Kau tahu apa yang ada dalam benakku? Saat itu aku mengutuk diriku sendiri. Bagaimana mungkin aku tampil seceroboh ini? Aku selalu berharap agar kau melihatku cantik setiap hari. Aku bingung harus melakukan hal apa agar kau tak kehilangan selera untuk menatapku lebih indah dari biasanya.

Kau tahu bukan? Aku ingin menjadi istri sholehah? Meski yah aku mungkin tak akan bisa seperti istri-istri nabi yang lainnya. Tapi aku selalu berusaha melakukannya. Aku selalu berusaha bagaimana caranya menjadi penyejuk matamu. Menjadi qurrata’ a’yun untuk penglihatanmu, agar semua rasa penat yang kau rasakan sirna ketika melihatku. Aku selalu ingin menjadi cantik dihadapanmu agar tak kau palingkan kedua bola matamu itu pada wanita lain. Karena tak dapat ku pungkiri pria memang punya indra visual yang jauh lebih baik dari seorang wanita.

Saat kau mendengarku mengeluh terkena paparan sinar matahari, mendumel tiada habisnya. Sadarilah semua itu sebenarnya untukmu, aku tak ingin aku berubah menjadi gadis yang kulitnya hitam legam terpanggang teriknya mentari. Aku takut kau akan berpaling pada gadis yang putih karena melihatku hitam legam.

Kau masih ingat bagaimana aku marah padamu saat mengetahuimu menggombali gadis lain waktu itu? Ah.. demi Tuhan rasa sakit itu tak pernah terperi. Aku tak tahu mengapa kau lebih bahagia menghapus air mata gadis lain dengan menghiburnya sedangkan aku yang kekasihmu sendiri pun tak kau tahu menangiskah ia ketika tak diberi kabar olehmu. Menangiskah ia melihat kau pergi bersama temanmu yang lain dan disana ada banyak gadis, sedangkan aku pun tak kau ajak untuk ikut. Menangiskah ia ketika kau berbicara dengan gadis lain.

Tidakkah kau sadar bagaimana perasaan ini untukmu? Pernahkah kau temukan gadis sepertiku? Seorang kekasih yang tidak pernah bisa berhenti untuk cemburu pada semua kegiatanmu yang tidak kau tujukan untukku. Jangankan gadis, ibumu yang telah berjasa melahirkanmu pun aku cemburu padanya. Pada semua barang-barang yang kau habiskan beberapa detik dengannya pun aku cemburu.

Terkadang aku heran, bagaimana mungkin aku terlahir dengan perasaan seperti ini. Namun aku selalu mengalaminya, dan aku memang tidak bisa terlepas dari perasaan seperti ini. Itulah sebabnya aku sering menangis seorang diri. Sakit rasanya melihat orang disekitarku sibuk dengan dunianya sendiri.

Begitu pula setiap amarahku untukmu. Kau benar semua itu karena aku teramat rindu padamu. Tapi yang membuatku heran kenapa kau justru sering membuatku marah? Mm.. tidakkah kau pikir bagaimana sakitnya menahan rindu? Rindu itu amat sakral. Obatnya tentu saja temui aku. Yakinkan bahwa kau pun menyimpan rindu yang sama untukku. Namun yang harus kau tahu, rindu yang kumiliki jauh lebih dahsyat dari rindu yang pernah kau rasakan untukku.

Kalau kau berpikir bagaimana mungkin kau yang begitu ingin bersamaku sementara aku dapat dengan mudahnya selalu menyuruhmu meninggalkanku. Tidaklah, aku tidak mungkin semudah itu melupakanmu bahkan jika kau ingin membuktikannya bawalah aku pada ahli psikolog.. tanyakan bagaimana perasaan ini untukmu. Tanyakan bagaimana rasa rindu yang kerap kali ingin membunuhku dalam pekatnya malam. Aku jauh lebih susah untuk melakukannya, bahkan aku tak yakin jika aku bisa melakukannya.

Dan yang selalu membuatku bertanya-tanya adalah sikapmu. Kau teramat mencintaiku bukan? Tapi kenapa kau tega memberikan perhatianmu walaupun itu hanya berupa chat singkat yang bagiku seperti pisau tajam yang mengoyak perasaanku lumat-lumat, tak tersisa. Terlebih lagi saat aku tahu kau pernah berbicara dengannya melalui handphonemu itu. Ah… mungkin ini yang membuat Layla menjadi majnun. Karena cinta amat indah namun jika ternodai ia akan jauh menikam lebih lihai dari seorang pembunuh bayaran sekalipun, ia akan amat lihai memainkan dan mengoyak perasaan tanpa ampun. Entah kata apa yang dapat mewakilinya.

Menyamakannya seperti luka yang penuh darah lalu ditaburi garam dan jeruk nipis pun rasanya jauh lebih menyakitkan. Ketahuilah, luka perasaan itu sangat kuat. Ia menusuk sampai membuat pikiranmu buyar, kacau, dan tentu saja tanpa arah. Tidakkah pernah kau dengar bagaimana seseorang yang pernah patah hati berakhir tragis dengan bunuh diri? Ini tentu saja bukan hal yang main-main. Karena seperti itulah realitanya. Luka perasaan jauh lebih menyakitkan dan aku selalu berharap terhindar dari penyakit mematikan itu, namun sayang lagi-lagi aku jatuh di lubang yang sama.

Entah aku harus mengutuk diri ini seperti apa lagi agar tidak jatuh di lubang yang sama ini. Akankah Tuhan masih ingin mengujiku lagi? Ah.. rasa-rasanya setiap cobaanku selalu mengaitkan perasaanku sendiri. Lelah rasanya menangis semalaman. Namun bagaimana lagi? Ingin ku rapatkan kedua bola mata ini tetap saja susah, ada bulir air hangat yang masih saja mengalir dari kedua sudut mataku yang membuat bantal ini basah.

Aku tak tahu bagaimana lagi caranya memulihkan luka ini? Kau ingat peristiwa jatuhnya pesawat Adam Air? Yah peristiwa yang cukup menggemparkan jagat ini, namun dibalik jatuhnya pesawat itu ada-ada saja seseorang yang berhasil menemukan kotak hitam yang setidaknya bisa mencerahkan kenyataan yang terjadi. Jika diibaratkan seperti pesawat yang jatuh itu, kotak hitam itu adalah hatiku. Lalu siapa yang akan menemukannya dan setidaknya yah mau berbaik hati mengobati luka ini.

Bagaimana denganmu? Masihkah kau ingin mengobati luka yang kau torehkan ini kasih? Jujur aku sendiri tak mampu mengobatinya. Bibirku kelu jika ingin memarahimu, lagi pula kau tak salah.

Sebenarnya akulah yang salah, aku yang kurang pandai menjagamu. Aku yang kurang cantik sehingga kau bisa memberikan perhatian sekecil itu pada gadis lain. Menanyakan bagaimana kabarnya, dimana keberadaannya. Ah Tuhan… bisakah aku melupakan ini semua? Aku teramat mencintai kekasihku. Selalu ku berikan yang terbaik untuknya, selalu.

Tapi, bukankah selalu aku katakan agar selalu jujur padaku? Karena aku terlahir dengan kebaikan Tuhan seberapa keras orang disekitarku ingin menyembunyikan sesuatu dariku aku akan selalu diberi ilham oleh Tuhan untuk mengetahuinya. Akan selalu ada cara yang dilakukan Tuhan untukku agar aku sadar hingga aku tahu yang sebenarnya. Layaknya Percy Jackson yang selalu diberikan petunjuk oleh ayahnya, Dewa Poseidon.

Sepertinya aku punya Poseidon tersendiri sama seperti yang ada dalam mitologi yunani itu, tapi aku mendapatkannya dari Tuhanku, yah karena Dia yang tahu seperti apa hati yang telah ia berikan untukku. Tuhan tahu bagaimana pekanya perasaan ini.

Kau lupa yah tentang ceritaku bagaimana kekasihku yang dahulu juga menyakitiku namun Tuhan selalu punya caranya sendiri sehingga aku tahu semua penghianatan itu, padahal aku tak mengenal seorang pun teman barunya. Sejak kita jadian, ku ceritakan semua pengalaman berharga itu sebagai petunjuk untukmu agar kau tak pernah meremehkan gadis kecil ini. Agar kau sadar bahwa gadis ini pun ingin diberi kejujuran yang sama.
Apa pernah aku berbohong padamu? Lalu dosa apa yang kulakukan untukmu sehingga kau membohongiku seperti ini? Kau tahu bukan pepatah tentang tupai itu? Tapi kenapa kau tidak mengindahkannya untukku? Kau takut aku marah? Seharusnya kau harus jauh lebih takut jika aku tahu kau menutupinya dariku, aku tentu saja akan jauh lebih marah bukan?

Untungnya aku mencintaimu, aku tidak memarahimu bukan? Aku bahkan tetap melanjutkan kisah ini. Aku tak tahu ada berapa pemuda di luar sana yang akan marah jika tahu kau melakukan hal ini padaku. Tidakkah kau bersyukur bersamaku? Atau mungkin kau memang tampan, sehingga menganggap semua ini biasa-biasa saja. Dan menganggap aku tak secantik teman wanitamu sehingga kau tak pernah risau jika kehilanganku. Entahlah, aku tetap tidak peduli dengan semua itu. Aku akan tetap menjalani semua ini.

Mungkin ini pertanda mimpi-mimpi yang akhir-akhir ini selalu mengusik tidur nyenyakku. Kau tahu bukan? Tiga hari berturut-turut aku memimpikanmu bersama gadis lain. Ah, ini benar-benar mimpi buruk yang menjadi kenyataan.

Aku tak tahu ada berapa banyak gadis yang telah kau ajak chat semenarik dan seperhatian seperti itu, aku juga tak tahu kemarin-kemarin ada berapa banyak gadis yang telah kau telpon tanpa memikirkan perasaanku yang selalu kujaga untukmu.

Jika kau cemburu melihat bagaimana pemuda yang lainnya menunjukkan perasaannya  padaku, kau seharusnya tak usah merasakan hal itu. Toh, seberapa tampan dan baiknya mereka aku tak pernah mau memulainya. Aku pun hanya membalas seperlunya dan tentu tanpa rasa bahagia sekalipun. Aku tak pernah mau meminta nomor handphone mereka bukan?

Tapi, kenapa kau justru seperti pemuda itu?

Aku cemburu, dan kau harus tahu hal ini. Ah.. aku kurang cantik yah dibandingkan dia? Mm.. aku sadar dia memang gadis yang cantik dan tentu saja manis, senyumannya mungkin membuatmu jatuh hati. Belum lagi ia tinggi sepertimu, sedangkan aku? Ah.. aku tidak cantik dan semanis dirinya. Aku gadis kecil yang pendek, sangat kurus malah. Benar-benar berbeda dengannya.

Namun aku harus bagaimana? Apa aku harus minum obat peninggi agar bisa setinggi dirinya dan dirimu? Aku harus makan sebanyak mungkin agar tidak kurus kering kerontang seperti ini, layaknya sawah yang gagal panen dan tidak teraliri pengairan.

Maaf sayang, jika aku belum bisa tampil cantik dan menjadi qurrata’ a’yun untukmu. Itu memang cita-citaku sejak dulu menjadi qurrata’ a’yun bagi kekasihku agar ia betah bersamaku, agar ia rela menghabiskan waktunya untukku.

Semoga Tuhan memberiku rezeki yang berlebih hingga aku bisa merawat tubuh ini sesuai keinginanmu, agar matamu tidak silau oleh gadis lain. Karena akan sangat sakit jika kau bisa merasakan semua ini.
Maafkan aku yang gagal untuk menjagamu, namun aku selalu berusaha melakukannya.

Sabtu, 08 Juni 2013

CONTINUE

Pernahkah kau merasa begitu kesepian
Karena merindukan seseorang
Pernahkah kau jatuh cinta pada seseorang
Tetapi yang bisa kau lakukan hanya menyimpannya dalam hati
Tapi ada satu hal yang aku ingin kau lakukan
Sentuh hatiku, sentuh hatiku
Akankah kau rasakan
Sentuh hatiku, sentuh hatiku
Akankah kau tahu
Bahwa aku mencintaimu lebih dari apapun

Sempurna lirik lagu Touch My heart menyentuh hatiku. Yah, aku tersentuh karena aku belum pernah merasakan bagaimana mencintai seseorang. Sayang sekali bukan? entahlah, ini mungkin belum waktuku untuk mengenal bagaimana cinta diusiaku yang seperti ini. Tapi, meski aku belum pernah merasakannya, aku sudah merasakan bagaimana rasanya dicintai oleh seseorang.

Seseorang yang luar biasa hebatnya mencintaiku? ah.. kedengarannya tidak masuk akal tapi inilah pengakuannya, entah ia berbohong atau tidak aku tetap merasakan indahnya dicintai. siapa yang tidak bahagia dicintai oleh orang sepertinya? munafik jika aku menyangkalnya. tapi, siapa yang tahu betapa tersiksanya aku dicintai oleh seseorang sepertinya? tak ada. tidak akan ada yang bisa tahu tentang perasaanku, dirinya sekalipun. aku memang bahagia dalam dekapan cintanya namun sayang semakin ia memperlakukanku bak seorang putri, batinku menjerit.

to be continue

Believe or Not

Sebenarnya hingga saat ini aku masih tidak percaya kalau alunan musik yang sering terdengar oleh kedua telingaku itu bisa beralih fungsi menjadi sebuah pintu. yah, kau tentu saja mengerti pintu apa yang kumaksud, pintu apa lagi jika bukan Pintu Kenangan. Saat mendengar musik aku pasti akan teringat dengan beberapa kejadian yang pernah kulalui, membuka semua catatan-catatan yang selama ini mungkin hampir luput dari pandanganku. Sama seperti lagu Thailand yang kini menjadi salah satu penghuni dalam list music yang kumiliki.
This is the rhythm of the memories between us
Whenever I hear it, it reminds me of our good old days
No matter how long the time has passed but our song is still deep in my heart.
What is the love song you had ever sung? On your lonely days, which song
Did you think of?
Since we've been apart,
How are you today? I want to know.
Clocks are never lazy to run
Time makes everythingchange
But all my good memories
Are still kept in my mind.
I still have only you that have never changed
I have only you that have never changed
The more I feel lonely, the more my heart calls for you.
Our same old song is still in my mind
Whenever I hear it, I still get the same old feeling.
No matter how long the time has passed, but this song is still in my heart.
The day I couldn't reach my dreams,
I lost my way and drifted through life.
But at least I was still glad, that I had ever had you.
Clocks are never lazy to run
Time makes everything change
But all my good memories are still kept in my mind.
I still have only you that
have never changed
I have only you that have never changed
The more I feel lonely, the more my heart calls for you.
Our same old song is still in my mind
Whenever I hear it, I still get the same old feeling.
No matter how long the time has passed, but this song is still in my heart.
No matter how long we have never gotten together
This song is still deep in my heart.
Dan hingga catatan ini berakhir, aku masih tak habis pikir dengan kehebatan melodi, bahwa ia mampu menyihirku meski tidak mengucapkan mantra-mantra sihir yang sering dihafalkan oleh salah satu sahabatku karena keseringan membaca novel, yah.. aku yakin kau tahu novel apa yang kumaksud, tersenyumlah.

Kamis, 22 November 2012

satanisme cinta


Satanisme cinta

Dan ketika ia mulai terjatuh dalam rasa sakit yang menggelora jiwanya, rasa sakit yang tak pernah ia inginkan sama sekali. Saat itu juga seseorang datang merangkulnya, ia tak peduli rangkulan yang ia terima benar atau tidak. Tak peduli dengan jiwanya yang harus ia jual. Baginya meredam rasa sakit itu sudah cukup, tak perlu berlebihan.
***
Nayla Qurrata A’yun. Seorang gadis kelulusan eSeMP yang biasa-biasa saja. Meskipun hasil ujian nasionalnya adalah yang tertinggi di sekolahnya, tetap saja itu tak ada artinya karena sekolahnya bukan sekolah favorit atau sekolah bertaraf internasional. Sekolahnya hanya sekolah rintisan yang tak terjamah oleh media untuk diliput sebagai sekolah percontohan. Tapi, untuk mendapatkan nilai setinggi itu, usahanya bukan hanya sekedar datang pagi-pagi lalu menerima pelajaran, mengerjakan tugas di papan tulis, mengerjakan ujian dengan tepat, lantas pulang ketika mentari  mulai bergelantungan menerangi lapangan sekolah. Tidak.. ia belajar dari orang sekitarnya, memahami apa yang ia sebut sebagai sebuah kehidupan. Kehidupan dalam sebuah pesantren.
Orang tuanya telah lama meninggal, ia kini tinggal di lingkungan pesantren. Meski bukan berstatus santri ia belajar banyak hal tentang hidup. Hidup di dunia untuk hidup di akhirat.
Nayla bertugas sebagai  petugas kebersihan. Setelah ia melaksanakan shalat subuh, ia akan bergegas untuk membersihkan halaman. Saat ia membersihkan, ia pernah mendengar seorang santri  membacakan sebuah kalimat motivasi, “ Dan jagalah hatimu dari penyakit-penyakitnya, sulit mengembangkan hati yang sudah jauh dari kebenaran. Sesungguhnya hati jika sudah kotor, membersihkannya bak mengumpulkan kaca yang pecah berserakan ”.
Sebenarnya, Nayla ingin melanjutkan sekolahnya di pesantren itu, tapi biaya yang ia miliki tak memadai. Hidupnya serba terbatas. Hingga Nayla terpaksa melanjutkan sekolahnya di eSeMA yang juga serba terbatas. Hanya segelintir guru yang mau datang mengajar, yang berjiwa besar seperti Umar Bakri.
Nayla akrab dengan seorang lulusan santri yang bernama Dzikrul. Saat itu. . .
“ What is your name? I always meet you in here, but I never know about your self. Can you tell me?”
Nayla yang disapa oleh Dzikrul tersenyum. Itu adalah percakapan pertama mereka.
“My name is Nayla”
Percakapan mereka terus berlanjut, bahkan sepulang sekolah Dzikrul mengajarkan beberapa pelajaran agama untuk Nayla. Pihak sekolah tak pernah melarang ketika mereka berdua saling mengajar satu sama lain, karena Dzikrul adalah seorang lulusan terbaik tahun lalu, ia mendapatkan kesempatan untuk mengabdi selama setahun. Dan Nayla dikenal sebagai petugas kebersihan yang baik. Jadi, ketika Dzikrul mengajar Nayla pihak sekolah bahkan turut bangga atas kerelaan Dzikrul untuk meluangkan waktunya bagi Nayla. . .
Setahun berlalu.
Masa pengabdian Dzikrul telah berakhir. Nayla bahkan terlihat lebih dewasa, meski usianya baru enam belas tahun. Keakraban mereka terus terjalin.
Dzikrul mulai menyadari kedekatannya dengan Nayla ternyata mampu menimbulkan perasaan yang selama ini ia hindari. Wajar saja, Dzikrul adalah seorang penghafal qur’an. Enam tahun di pesantren telah mampu membentuk karakternya menjadi pribadi qur’ani yang penuh dengan pemahaman hidup. Ia berusaha menghilangkan gejolak-gejolak perasaan itu. Bahkan, ia menghindar untuk bertemu dengan Nayla.
Berhari-hari Nayla mencari Dzikrul. Ia juga sadar bahwa perasaan suka itu mulai hadir dalam hidupnya. Hingga saat ia melihat Dzikrul di taman dekat sekolahnya yang dulu. Nayla benar-benar merasa kehilangan. Ia berlari mendekat lantas memeluknya.
Dzikrul tercengang. Ia tak tahu mengapa Nayla langsung memeluknya dari belakang. Batinnya terguncang, ia tahu ini adalah perbuatan yang sama sekali tak boleh ia lakukan. Tapi, mengapa ia tak menghindar saat dekapan Nayla mulai menghangatkan tubuhnya . Ia menikmati semuanya.
“Mengapa kau tak menemuiku selama beberapa hari ini?”
“Maaf.. ku pikir, perasaan ini harus ku hentikan. Semuanya belum halal”
“Tapi.. kau mencintaiku bukan?”
“Ia,aku mencintaimu.. tapi..”
“Ayolah.. jangan kau bohongi perasaanmu”
Saat itu, ajaran yang diterimanya selama bertahun-tahun hilang, entah kemana. Hafalan qur’annya yang selama ini menjadi penerang hidupnya seketika luntur oleh nafsu bejat. Kenangan lamanya tentang keluarganya mulai terputar seperti kaset rusak yang terputar acak, tak jelas. Perlahan namun pasti ia melupakan dunianya. Ia dikuasai oleh nafsu-nafsu syahwat. Begitu halnya dengan Nayla. Ia yang pada dasarnya tak punya pemahaman agama yang cukup, juga terjerat dalam serangan maut hawa nafsu. Malam itu, ia melakukannya. Melakukan perbuatan yang sama sekali tak seimbang dengan statusnya sebagai seorang hafidz. Kenangan keluarganya ternyata mampu meruntuhkan imannya.
Meski pada malam itu, Dzikrul melakukan perbuatan terlarang dengan Nayla. Ia tetap menjadi pribadi yang terlihat tenang menjalani hidupnya. Ia masih dikenal sebagai seorang hafidz dan lulusan santri terbaik. Tak ada yang menyangka bahwa ia telah kalah melawan nafsunya, ia tak ada bedanya dengan berandalan yang biasa magang dimalam hari mencari mangsa untuk memuaskan nafsunya.
Nayla yang sudah terjerat dalam nafsu syahwat mencoba menikmati semuanya. Baginya hidupnya hanya untuk Dzikrul seorang. Ia juga lupa akan kalimat motivasi yang pernah ia dengar. Menjalani hidup dengan cinta seperti itu baginya adalah keindahan.
***
Semburat jingga kembali menyapa ranah kehidupan. Kicau burung juga mulai bersua, mensyukuri hidup dengan caranya sendiri. Hidup memang indah, maka tak salah jika Nayla menjalaninya dengan pandangan dan kemauannya sendiri.
Sebulan kembali berlalu, seperti kejadian yang lalu. Dzikrul kembali menghilang tiba-tiba. Nayla berusaha mencarinya. Mencarinya di taman dekat sekolah tapi, hasilnya nihil. Ia tak ada disana. Semalaman Nayla terus mencarinya.

***
“Paman William Greedy ada di dalam?”
“Kamu siapa?”
“Aku keluarganya”
Setelah beberapa menit menunggu Paman William  datang. Ia menyambut ramah seorang pemuda yang hadir dihadapannya. Ia memeluknya seperti seorang ayah yang baru bertemu dengan anaknya setelah terpisah sekian tahun lamanya. Pemuda itu tersenyum.
***
Sementara Nayla terus mencari kekasihnya. Seseorang yang telah menikmati keindahan tubuhnya hanya karena kedekatan mereka yang tak pernah mereka rencanakan sama sekali. Nayla bingung harus mencarinya dimana, ia tak tahu tentang keluarga kekasihnya. Ia terlalu percaya bahwa seseorang ahli agama itu bisa dipercaya. Dan akhirnya ia harus menyesal telah melakukan semuanya. Beruntung ia tak sampai harus mengandung. Saat itu, Nayla memang belum mengalami hal seperti wanita pada umumnya. Ia seharusnya bersyukur.
Meski Nayla bisa menerima kenyataan bahwa ia ditinggal pergi begitu saja oleh kekasihnya, tapi ia berubah menjadi garis pemurung. Raut kecantikan wajahnya luntur begitu saja, ia bahkan jarang tersenyum. Ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya saja. Tapi, seseorang datang merangkulnya dari keterpurukan. Ia datang bagai malaikat dalam hidupnya, dan Nayla begitu percaya dengannya. Nayla hanya tahu bahwa pemuda itu bagai malaikat, ia tak tahu bahwa jin bisa saja berpura-pura menjadi malaikat baik untuk menggencarkan misi jahatnya.
Dialah Gerard Greedy.
***
Nayla menjalani kehidupan barunya bersama Gerard. Meski Gerard adalah seorang penganut satanisme, ia tetap berteman dengannya. Tak pernah membeda-bedakan. Gerard adalah seorang pemuda berumur sembilan belas tahun, ia memang lebih tua jika dibandingkan dengan Nayla. Tapi, Nayla menganggap semua perbedaan itu sebagai bagian dari kebersamaan. Toh.. Nayla juga sudah melupakan keinginan-keinginannya untuk mendalami agama lebih dalam lagi. Tubuhnya telah ternodai, ia tak pantas menempah ilmu dalam lingkungan itu. Lagi pula seorang lulusan terbaik bahkan penghafal qur’an pula yang  telah merenggut kebahagiaannya. Jadi, untuk apa bercita-cita meraih kesuksesan berlatar agama seperti itu. Semuanya munafik. Meski jauh dilubuk hati Nayla.. ia merindukan ketenangan jiwa yang hakiki. Ia rindu merasakan sejuknya air wudhu yang membalut tubuh, ia rindu mendengar lantunan qur’an dibacakan begitu merdu. Ia rindu semuanya, namun sayang.. kekecewaan membuatnya mengabaikan serpihan-serpihan hidupnya yang lalu.
Gerard selalu menemani Nayla. Menemaninya melihat bintang gemintang di langit. Mereka membentuk formasi-formasi indah. Tiba-tiba Nayla menangis. Ia tertunduk, menatap kosong. Air matanya bagai bulir-bulir air memberikan guratan kepedihan diwajahnya. Gerard yang melihatnya, memeluk iba. Ia biarkan Nayla dalam dekapannya. Nayla merindukan orang tuanya. . .
Nayla kecil bergaya didepan cermin. Mengikat rambutnya dengan pita cantik berwarna merah muda. Ibunya mencium keningnya lembut. Nayla kecil protes.
Ibu.. tas Nayla kebesaran..!”
Ibunya hanya bisa mengusap dada. Ia memang tak bisa memberikan tas baru untuk Nayla. Tas itu hanya pemberian dari seorang santri. . .
Nayla yang masih dalam pelukan Gerard merasa mendapatkan kasih sayang yang selama ini tak ia dapatkan. Gerard datang dalam kehidupannya menemani kekecewaannya pada takdir yang ia terima. Kini, raut wajah Nayla mulai merekahkan senyum. Lesung pipinya indah. Pancaran jiwanya mulai terlihat seperti dulu lagi.
***
Dzikrul kembali mendatangi Paman William. Paman William adalah seorang keturunan penganut paham satanisme. Meski keluarganya termasuk dalam aliran sesat seperti itu, Dzikrul tak pernah membenci keluarganya. Dikeluarganya ialah satu-satunya yang masuk dalam agama islam, itu karena saat kecil ia bergaul dengan sesama muslim. Beruntung ia diizinkan untuk mengenyam pendidikan di pesantren. Dzikrul memiliki kakak, namanya Gerard Greedy. Dengan berbagai macam usaha Dzikrul selalu mengajak pamannya dan kakaknya untuk memeluk agama islam,tapi ia belum berhasil.
***
Nayla kini mulai membuka hati untuk Gerard, namun ia ragu akan cintanya karena Gerard tak sepaham dengannya mengenai agama. Gerard yang mulai melihat tingkah Nayla yang berubah, justru tersenyum sumringah. Akhirnya ia mulai terpengaruh juga.
Gerard Greedy adalah seorang ahli satanisme. Aliran penyembah setan dan menjadikannya sebagai Tuhan. Gerakan sesat ini memiliki ajaran melaksanakan hal-hal yang oleh agama dianggap berdosa. Satanisme menjadikan setan sebagai lambang kejahatan sebagai pemimpin dan pembimbing. Ia adalah orang yang berperan penting dalam menyebarluaskan alirannya.
Nayla yang telah menganggap Gerard sebagai penyelamatnya yang membantunya keluar dari keterpurukannya saat ditinggal oleh Dzikrul dengan senang hati menerima tawaran Gerard untuk masuk dalam alirannya. Meski Nayla tak sampai mengganti namanya seperti Gerard. Tapi, tingkahnya tak jauh bedanya dengan penganut aliran itu. Ia mulai gencar melaksanakan misi-misi alirannya.  Ia bahkan tampak lebih handal.
Ayolah paman.. dengarkan penjelasanku.. bagaimana mungkin paman bisa menyembah setan sebagai Tuhan..”
Itu memang tujuan hidupku. Aku adalah bagian dari aliran ini”
Sudahlah.. kau hidupi saja hidupmu, seharusnya kau bersyukur paman mengizinkanmu sekolah di pesantren itu. Tidak seperti kakakmu”
Dzikrul kecewa, paman yang paling ia sayangi hingga saat ini belum bisa menganut agama seperti yang ia yakini. Padahal ia rela meninggalkan Nayla sendiri hanya untuk pamannya. Ia mengorbankan cinta pertamanya demi keluarganya, ia rela Nayla menganggapnya sebagai lelaki tak bertanggung jawab.
***
Diantara sekelumit masalah ini, Gerard yang akan sangat bahagia. Ia mampu mengajak Nayla untuk bergabung dalam melaksanakan misinya. Dan itu adalah kabar yang sangat membahagiakan bagi alirannya.Dengan lihai Nayla semakin terjerat dalam misi Gerard. Ia benar-benar telah menjual jiwanya demi dunia yang bisa ia genggam.
Hingga saat Dzikrul melihat Nayla dan Gerard jalan bersama. Ia mulai curiga, ia bahkan takut jikalau Nayla telah menjual jiwanya pada setan-setan itu. Dzikrul mengikuti mereka berdua.
Paman.. kemarin aku melihat kakak dengan seorang gadis. Ia siapa?”
Itu kekasih kakakmu, ia baru saja berhasil menjadikan gadis itu menjual jiwanya”
Jiwanya tersontak kaget. Ia tak pernah menyangka gadis yang menjadi cinta pertamanya justru telah menjual jiwanya pada setan. Sungguh, hal yang tak pernah terlintas dibenaknya. Dzikrul segera mencari alamat baru Nayla tapi, ia tak menemukannya.
Ia kembali menemui Paman William di rumahnya, tapi saat ia tiba pamannya tak membuka pintu. Karena merasa terdesak Dzikrul masuk ke dalam rumah. Ia mencari pamannya di kamar. Dan... saat itu ia kembali dikejutkan oleh suatu hal. Pamannya sedang shalat.
Entah, perasaan seperti apa yang berkecamuk dalam jiwanya. Rasa haru yang tak terkirakan. Dzikrul duduk, menunggu pamannya selesai shalat. hingga pamannya selesai shalat, ia langsung memeluk pamannya. Sungguh.. hal yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.
Dimalam itu, Paman William mulai berterus terang pada Dzikrul. Sebenarnya Paman William telah masuk islam saat Dzikrul lahir. Itulah sebabnya dia mengizinkannya belajar dalam sebuah pondok, agar ia bisa mengerti betul tentang agama. Tidak seperti kakaknya yang justru menjadi pelopor aliran-aliran itu.
Dengan kemantapan hati, Dzikrul datang mengunjungi Nayla bersama kakaknya. Gerard heran melihat Dzikrul yang datang mendadak di rumahnya. Nayla bahkan lebih terkejut, ia tak menyangka akan bertemu dengan Dzikrul setelah lama tak bertemu dengannya.
Gerard Greedy dan Dzikrul Abrar Masajid. Keduanya bersaudara. Hanya saja perbedaan agama menjadikan mereka terpisah. Paman William Greedy yang merawat mereka memang memberikan pilihan yang berbeda untuk keduanya. Dzikrul pada agamanya, dan Gerard dengan aliran satanismenya. Meski Dzikrul telah mengetahui bahwa pamannya juga seagama dengannya, Gerard tak pernah tahu akan hal itu. Paman William masih merahasiakan agamanya karena, ia adalah pimpinan dari aliran satanisme. Bagaimana mungkin ia akan terang- terangan mengumumkan agama barunya. Semua anggotanya telah menjual jiwanya pada setan. Semuanya telah menjadi pemuja setan. Itulah, ia ingin Dzikrul menjadi penyelamat bagi semua anggota-anggota pemuja setan itu.
Dzikrul mendekati Nayla. Ia berusaha mengembalikan jiwanya. Tapi, hasilnya sama saja. Nayla semakin menjadi-jadi dengan alirannya ia bahkan berpura-pura mendekati Dzikrul agar ia bisa menjual jiwanya pada setan. Sama sepertinya.
Gerard memberikan banyak paham-paham yang baru pada Nayla, agar ia bisa membuat Dzikrul juga ikut dalam alirannya. Nayla kembali menjalin hubungannya dengan Dzikrul. Sedangkan Dzikrul berharap dengan kedekatannya ini, ia bisa mengembalikan jiwa Nayla yang sebenarnya.
Sepekan berlalu. Nayla memang mulai berubah. Ia hampir kembali seperti Nayla yang dulu. Dzikrul bahkan mengajaknya untuk menikah dan ia telah meminta maaf karena telah meninggalkannya dulu. Nayla memaafkan Dzikrul begitu saja.
Mereka berdua bahkan sering mendatangi Paman William, mengajaknya bercerita tentang pandangan agama islam yang baru ia pahami. Mereka seakan-akan menemukan filosofi hidup yang sebenarnya. Dzikrul bahkan benar-benar serius mengajak Nayla untuk menikah.
Karena Nayla tak memiliki seorang wali, maka hakimlah yang menyaksikan pernikahan mereka. Acaranya berlangsung sederhana. Hanya dihadiri oleh beberapa kerabat dekat dan Paman William. Paman William bahkan harus bersembunyi untuk menghadiri acara pernikahan mereka, karena ia masih berstatus sebagai pemimpin aliran satanisme.
“Kau ternyata berhasil membuatnya berada dalam genggamanmu”
“Lihat saja, apa yang akan aku lakukan padanya”
Gerard semakin merasa dalam lingkaran setan dengan kejayaan penuh, ia berhasil membuat keduanya terjerat dalam misinya. Gerard tak peduli, meski Dzikrul adalah saudaranya.. toh, agama mereka berbeda untuk apa berbelas kasih padanya.
***
Ketika rembulan samar-samar memberikan pancaran sinarnya. Saat itu, Nayla sudah bersama Dzikrul. Malam itu memang menjadi milik mereka berdua. Tak ada lagi batasan haram antara mereka berdua tapi, kali ini semuanya berbeda. Nayla telah menjual jiwanya pada setan. Ia perlahan-lahan mengambil sebilah pisau lalu menancapkan pada jantung Dzikrul. Dzikrul memohon pertolongan pada Nayla, tapi jiwa setan yang ada pada tubuhnya melupakan apa arti ketulusan yang sebenarnya. Ia lupa akan pentingnya hati suci. Hatinya kini bagaikan pecahan kaca yang berserakan. Sulit mengumpulkannya.
Tapi, tidak dengan Dzikrul. Meski, kekuatan hafalannya pernah hilang termakan oleh nafsu syahwat setan hingga membuatnya melakukan perbuatan bejat. Saat itu pertolongan penguasa langit menghampirinya. Ia dipenuhi oleh kekuatan untuk melawan takdir buruk yang sengaja dirancang oleh nayla. Dzikrul memang punya malaikat sendiri yang selalu mengawasinya. Malaikatnya tentu saja tak tega melihat seorang penghafidz itu jatuh kedalam kenistaan yang lebih jauh lagi. Dzikrul bangkit, Nayla yang baru saja tertawa puas telah berhasil menyelesaikan misinya terperanjat kaget. Ia tak menyangka Dzikrul tetap terlihat baik-baik saja. Tak ada lumuran darah dari tubuhnya.
Dzikrul bukanlah seorang pendendam. Ia tetap memaafkan niat buruk Nayla, ia yakin itu bukan Naylanya.. itu adalah jiwa setan yang bersemayam dalam tubuhnya. Dzikrul membawa Nayla pergi ke suatu desa. Desa yang tenang. Jauh dari hiruk-pikuk dunia metropolitan. Disana ia mencoba mengembalikan jiwa Nayla yang sebenarnya. Berhari-hari Dzikrul berkutat dihadapan layar monitor, mencoba menggabungkan sistem syaraf Nayla ke dalam monitor dihadapannya. Lewat layar itu ia bisa melihat bagaimana sistem syaraf Nayla terkontrol dengan cara yang berbeda dari manusia pada umumnya. Sistem syaraf otonomnya telah terkontrol oleh setan. Dzikrul berusaha mencari cara agar syarafnya bisa berjalan seperti biasanya. Ia pun mengontrol Nayla mulai dari bangun tidurnya yang harus sesuai dengan siklus yang tertera dimonitor.
Sebulan berlalu, usaha Dzikrul tak sia-sia. Berkat usahanya yang tak pernah jenuh, ia bisa mengembalikan jiwa Nayla. Setiap sepertiga malam ia habiskan waktunya untuk bertemu dengan sang pemilik semesta. Ia mengadukan semua keluh kesahnya, ia berharap agar Nayla bisa seperti dulu lagi. Dan yah.. takdir memang selalu memberikan jawabannya sendiri, tanpa pernah kita tahu akhirnya. Nayla benar-benar telah kembali menjadi Naylanya, bukan jiwa setan yang terpendam licik.
Gerard Greedy yang saat itu berada diatas puncak kejayaannya, kini harus menanggung kenyataan takdir yang ia alami. Misinya dalam menyebarluaskan aliran satanismenya memang terhenti pada saudaranya. Tapi, kelicikannya tak pernah hilang. Ia bahkan rela menunggu saudaranya bertahun-tahun untuk memiliki momongan dan ia akan mengalirkan ajarannya pada anak saudaranya kelak. Lihat saja nanti.
***
Rasa sakit memang bisa menjadikan seseorang berubah, bahkan ada banyak cara yang akan ia lakukan untuk menenangkan gelora jiwanya, meski jalan sesat sekalipun. Tapi, kekuatan cinta dan ketulusan hati itu benar-benar ada bagi jiwa yang senantiasa bersabar menjalani takdir. Proses kehidupan selalu sesuai siklusnya sendiri. Ada banyak cara untuk mengecap indahnya perjuangan hidup.