Halaman

Rabu, 21 Januari 2015

who am i?

Sepertinya terlalu pagi jika ku rindukanmu saat mentari pun masih malu-malu untuk bersemu merah di sudut cakrawala, tapi apa yang dapat ku lakukan jika ini yang selalu ku rasakan? 
apa kau ingin aku membiarkan perasaan rindu ini melebur menjadi amarah karena terlalu sering kau abaikan?
atau kau ingin aku membiarkan perasaan rindu ini terbalaskan oleh orang lain?
aku hanya tak ingin mengganti posisimu dengan yang  lain meski ku tahu akan ada banyak hal yang bisa mereka lakukan untuk merebut posisimu itu jika sikapmu tetap saja acuh seperti itu.

Tapi kau harus tahu satu hal, perasaan itu tidak seperti apa yang ada dalam benakmu, terlalu liar jika kau mencoba untuk membuatnya menjadi alasan yang rasional. ia memang spesial, sangat spesial malah.

Kau pernah patah hati bukan? atau kau belum pernah merasakannya?

Diamlah sejenak, aku ingin mengajakmu bercerita, sedikit saja. aku ingin kau mengerti beberapa hal yang sebenarnya kau juga paham masalah ini.

Kau mungkin belum pernah merasakan jatuh cinta seperti yang kali ini kau rasakan, dan kau mungkin saja belum pernah mencintai seseorang yang aneh sepertiku.

Diamlah kasih, dengarkan aku dengan bijak.

Terkadang aku pun bingung dengan perasaan seperti ini, bagaimana mungkin kau tak bisa ku lepaskan untuk berhenti sejenak menemaniku lalu melanjutkan rutinitasmu seperti biasa, yah seperti saat kau belum mengenalku.

Aneh mungkin bagi dirimu melihat rasa egois yang amat berlebihan ini melekat dalam tubuh mungilku, namun amat disayangkan kejadian ini benar adanya.

Aku memang terlahir seperti ini, terlahir untuk membenci kesepian dan kesendirian.

Itulah sebabnya aku hanya ingin dicintai, setelah kau mencintaiku, aku akan jauh lebih mencintaimu. kau tak pernah menyangka bukan? gadis bertubuh mungil ini akan menangis jika kau beranjak pergi. atau kau tak pernah menyangka sama sekali, jika tak mengangkat teleponnya lebih dari lima detik kau akan diberikan amukan ganas melebihi seekor raja hutan kan?

Kau tentu saja bingung melihat tingkah aneh seperti itu bukan?

Belum lagi ketika kau bermain dengan keluargamu namun jika ia wanita, ia akan menyamakanmu dengan seorang pria yang kedapatan selingkuh bukan? ah, ingin rasanya tertawa melihat kejadian-kejadian kecil seperti ini akan menjadi penyebab setiap sms mu akan memenuhi outbox namun tak ada umpan balik dalam inboxmu, sayang sekali bukan?

Belum lagi jika kau benar-benar kedapatan chatting dengan wanita lain, hayo.. coba bayangkan amukan dahsyat apa yang akan kau dapatkan? mengakhiri hubungan ini mungkin? atau?

Hmm.. sayangnya untuk hal seperti itu, aku juga tidak mampu, aku tak mampu mengakhiri hubungan sepihak saja sementara aku benar-benar yakin, dalam tubuhku pun masih menyisakan maaf untukmu.

Namun, kau harus menerima kenyataan ketika kejadian itu akan terus menerus terputar dalam otakku sehingga aku akan mengulanginya terus menerus layaknya kaset rusak, yang entah bagaimana caranya akan terhenti.

Kalau kau bosan bahkan jenuh melihatku membahas masalah itu, aku sama. aku bahkan jauh lebih muak karena saat itu terjadi aku akan jauh lebih sakit, hatiku akan sesak mengingat setiap huruf yang kau rangkai menjadi sebuah kata, lalu dari kata itu kau susun sebuah kalimat indah dan kau kirimkan pada wanita yang jauh lebih cantik dariku.

Aku harus apa lagi? aku tak punya banyak pundi-pundi kekayaan untuk bisa membuat wajahku rupawan dan elok sepertinya.

Aku memang hanya seperti ini. 

Mengharapkanku sempurna sepertinya itu adalah mengharapkan ilalang berbuah kelapa.

yah, itu yang pernah diajarkan padaku.

Cukup terima aku seperti ini, kalau kau masih belum bisa menerima. 

Datanglah, tanyakan padaku sebaik yang kau bisa.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar